Young Professional

Metode Pembelajaran

Sebelum mulai proses perkuliahan, MBA-ITB mengadakan kegiatan outbond dan ESQ untuk mendorong dinamika, kemandirian, dan kreatifitas dalam kelompok. Selain itu teknik Neuro-Linguistic Program (NLP) juga diperkenalkan ke mahasiswa.
NLP ini merupakan model komunikasi interpersonal dan pendekatan alternatif terhadap psikoterapi yang didasarkan kepada pembelajaran subjektif mengenai bahasa, komunikasi, dan perubahan personal. Melalui teknik NLP ini, mahasiswa dapat belajar mengenai mekanisme kerja pikiran dan berbagai cara dalam berinteraksi dengan lingkungan dan antar sesamanya, disertai dengan metode untuk melakukan perubahan yang nantinya dapat memberikan manfaat yang besar pada saat menjalani proses perkuliahan.

Sistem dan proses pembelajaran dikondisikan dan diarahkan kepada tingkat kemandirian dan kreativitas mahasiswa dengan sistem belajar aktif serta kemampuan membuat keputusan secara sistemik dan terintegrasi. Peranan dosen pada saat tatap muka di kelas selain sebagai motivator juga sebagai fasilitator melalui kuliah dan diskusi kelas. MBA-ITB menggunakan pola pengajaran dengan sistem Participant Centered Learning (PCL). Metode PLC adalah metode perkuliahan yang berorientasi kepada partisipasi aktif dari mahasiswa. Mahasiswa juga dituntut untuk membaca silabus sebelum kuliah dimulai, sehingga siap mengikuti perkuliahan. Selain menyampaikan materi kuliah, Dosen juga memberikan pertanyaan kepada mahasiswa untuk menggali pendapat dan mengembangkan kemapuan analisis mahasiswa. Kemudian, Dosen merangkum materi berdasarkan hasil diskusi atau pemikiran mahasiswa yang dihubungkan sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.

Penyajian materi kuliah yang diterapkan di MBA-ITB merupakan campuran antara teori dan studi kasus dengan komposisi teori 40% dan studi kasus 60%. Dosen memberikan mahasiswa konsep teori dan melibatkan mereka dalam diskusi terkait dengan konteks dan studi kasus. Pembentukan kelompok-kelompok kecil atau kelompok kerja yang dikenal dengan istilah sindikat dilaksankan oleh MBA-ITB sebagai salah satu cara mahasiswa bekerja sama untuk memecahkan kasus studi dan tugas lainnya.

Metoda untuk penerapan studi kasus :

  1. Membaca kasus studi sebelum perkuliahan. Sebaiknya 3 jam sebelum perkuliahan dimulai.
  2. Mendiskusikan kasus studi tersebut dengan kelompok. Sediakan waktu lebih kurang 1.5 jam untuk setiap tugas.
  3. Ikut serta dalam diskusi kelas, hal ini akan memberikan anda kesempatan untuk berbagi dengan rekan sekelas, baik itu wawasan anda maupun pengalaman kerja yang terkait denga topik pembahasan.

Pembelajaran juga dilakukan dengan pemberian tugas individu, tugas kelompok, debat, simulasi bisnis, dan mentoring. Pengadaan program field trip untuk membantu mahasiswa dalam mengobservasi proses bisnis dan sebagai langkah untuk membawa program pendidikan ke dunia usaha serta persiapan mahasiswa untuk tugas akhir mereka. Selain itu untuk memperluas wawasan dan mendapatkan gambaran tentang praktek pengelolaan perusahaan maka diadakan seminar-seminar dan mengundang dosen tamu seperti CEO perusahan, manajer profesional, entrepreneur, dan pakar-pakar disiplin ilmu yang relevan dengan mata kuliah.