SBM-ITB dan Sistem Pengajaran “Independent Critical Thinking”

BILL WATSON resProf. Bill Watson (Ketua Committee for Learning and Teaching, School of Business and Management, ITB. Emeritus Professor, University of Kent, England) dalam rubrik Opini Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Jumat, 15 Oktober 2010 dengan judul “Mutu Pendidikan Tinggi” menyatakan ; …” Dalam pengamatan saya, terdapat lima hal pokok yang harus ditanggulangi dengan cara :

1) jam kuliah harus dikurangi.

2) Jam membaca bagi mahasiswa harus ditambah. Untuk melatih mahasiswa kita untuk berdiri sendiri secara intelektual (independent critical thinking) sehingga mereka tidak tergantung kepada nota kuliah dan bersedia mencari sendiri, kemudian mempertimbangkan secara kritis, bahan yang dibutuhkan untuk memperoleh pengetahuan yang dikehendaki, kita perlu menyediakan lebih banyak waktu bagi mereka untuk membaca dan mengerjakan tugas menulis

3) Perhatian pada pemahaman mahasiswa atas bahan yang mereka baca harus ditingkatkan.

4) Untuk mencapai tujuan tersebut, mahasiswa harus diajar dalam kelompok kecil, tidak melebihi dua puluh orang satu kelas.

5) Tutor-tutor harus dilatih supaya pandai mengajar kelas kecil tersebut dan harus dibekalkan bukan saja dengan pengetahuan yang memadai tetapi dengan keterampilan mengajar yang meliputi kepandaian menilai pemahaman mahasiswanya dan merangsang mereka belajar dengan sungguh-sungguh.

Lima Hal ini yang kini diterapkan dalam sistem pengajaran bagi Mahasiswa SBM ITB dengan menjunjung tinggi konsep “independent critical thinking”

Untuk lebih jelasnya bagaimana Prof. Bill Watson memaparkan mengenai “Mutu Pendidikan Tinggi” yang beliau tulis dalam rubrik Opini Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Jumat, 15 Oktober 2010 bisa anda klik pada link berikut ini :

Sumber:Â http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=160072

***




Comments are closed.