Launching of MBA In Creative and Cultural Entrepreneur Program

SL MBA CCE 3Mulai Agustus 2011 ini ITB, dalam hal ini Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) berkerjasama denga Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), membuka program baru yaitu Program S2 – MBA in Creative and Cultural Entrepreneurship (MBA-CCE).

Tujuan dari Program ini adalah mencetak entrepreneur-entrepreneur, pelaku bisnis, di bidang kreatif dan budaya. Disadari bahwa jumlah entrepreneur di Indonesia sangat minim dibanding jumlah penduduknya. Banyak disebut bahwa jumlah entrepreneur di Indonesia hanya sekitar 0.18 persen, sedangkan negara dengan ekonomi kuat mensyaratkan jumlah entrepreneur minimal 2 persen. Harus ada usaha nyata untuk mencetak entrepreneur-entrepreneur baru. ITB mengambil peran dan tanggung jawab ini sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi di Indonesia yang kuat dalam sains, teknologi, seni, desain, dan bisnis.

Bidang kreatif dan budaya diambil dengan kesadaran bahwa masyarakat Indonesia sangat kreatif dan berbudaya tinggi. Keragaman seni dan budaya di Indonesia serasa tiada bandingannnya di dunia. Dengan Program ini diharapkan orang-orang Indonesia mampu menghasilkan dan mendapatkan nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa, bukan orang luar/asing yang justru memanfaatkan dan mengeruk nilai tambah dari hasil kreativitas dan budaya kita.

Program ini diperkuat dengan kerjasama antara dua lembaga yaitu SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen) dan FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain), serta dengan Goldsmiths, University of London, Inggris. Mahasiswa Program ini akan diajar selain oleh akademisi, juga sebagian besar justru akan diajar oleh para wirausaha unggul yang mau dan mampu membimbing mahasiswa untuk menjadi wirausaha baru. Pendekatan mentoring atau coaching ini dipercaya adalah cara terbaik mengembangkan wirausaha. Suatu terobosan metode pengajaran oleh ITB untuk pengembangan kewirausahaan.

Beberapa mentor, para entrepreneur, yang telah bersedia menjadi mentor atau coachuntuk mahasiswa Program ini termasuk:

SL MBACCE 2Raden Sirait, Garin Nugroho, Betti Alisjahbana, Tonton Taufik, Januar P. Ruswita, Felix Sadikin, Rahardjo Ramelan, Isti Dhaniswari, Budiono Kartohadiprodjo, Jubing Kristianto, Rudy Harjanto, Gagan Sugandi, Syauki, Yanti Isa, Ananda Buddhisuharto, Ben Wirawan, Feny Mustafa, Nyoman Nuarta, Yudistira, Made Tasya Nuarta, Perry Tristianto, M.Khirzan N.Noe’man, Dani A. Hamdani, Asty Ananta, Imelda Fransisca, Sari Wahjuni, Hariono, Benny S. Gunawan, S.W. Trenggono.

Sumber: Dwi Larso, PhD (Wakil Dekan SBM bidang Sumber Daya)