Covidien-19

Transisi ke sistem pembelajaran daring

September 23, 2020

Ditulis oleh Reporter Mahasiswa (Apriyandi Budi Satria, Manajemen Umum 9)

Pandemi COVID-19 telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di Indonesia, termasuk aktivitas pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan kebijakan bagi lembaga pendidikan untuk menerapkan pembelajaran daring. Terkait hal ini, Sekretaris Institut ITB telah menerbitkan surat edaran No. 871/IT1.B03/HK.00/2020 tentang Pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru. Surat edaran tersebut berisi pembatasan aktivitas untuk mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

Bagaimana dengan kegiatan perkuliahan? Sekolah telah mengimbau dosen untuk mengurangi beban tugas mahasiswa dari yang sebelumnya berbasis tugas kelompok menjadi tugas individu. Hal ini dilakukan untuk mencegah kegiatan yang mengharuskan mahasiswa berkumpul secara fisik di satu tempat.

"Ekosistem pembelajaran yang ideal adalah ketika setiap peserta pembelajaran (mahasiswa, dosen, dan fasilitator) merasa nyaman dan terlibat dalam prosesnya," ujar Direktur Pengajaran Daring SBM ITB, Dr. Nur Budi Mulyono, Kamis (10/02/2020). Meskipun masih dalam masa transisi, beliau mengatakan, SBM ITB telah berupaya mencapai ekosistem pembelajaran ideal dan capaian yang telah ditetapkan.

Nur Budi melanjutkan, perkuliahan daring di SBM ITB menggunakan 2 metode, yaitu Sinkron dan Asinkron. Berikut definisinya:

  1. Sinkronis

Pembelajaran sinkron adalah pembelajaran yang dilakukan secara daring dan waktu nyata. Pembelajaran ini dapat berupa obrolan daring interaktif dan konferensi video. Setiap perangkat pembelajaran bersifat waktu nyata, seperti pesan instan yang memungkinkan mahasiswa dan dosen untuk bertanya dan menjawab pertanyaan secara langsung.

  1. Asinkron

Sementara itu, pembelajaran asinkron adalah pembelajaran yang dapat dilakukan secara luring maupun daring, tanpa terhubung secara langsung dengan rekan belajar lainnya. Keuntungan metode ini adalah mahasiswa tidak memerlukan kuota internet yang besar untuk melakukan pembelajaran dan fleksibilitas waktu bagi peserta pembelajaran.

Lebih lanjut, menurut Nur Budi, pihak sekolah telah memberikan solusi terkait permasalahan yang mungkin dialami saat belajar daring. Berikut rincian dukungan sekolah akibat pandemi COVID-19:

1. Subsidi kuota internet
Sekolah menyediakan kuota internet bagi siswa yang membutuhkan.

2. Pinjamkan layanan laptop
SBM ITB meminjamkan laptop kepada mahasiswa yang terkendala masalah perangkat keras saat perkuliahan daring.

3. Bantuan keuangan
Bagi mahasiswa yang tinggal di kampus dan tidak dapat kembali ke daerah asal, SBM ITB memberikan bantuan berupa subsidi biaya.

4. Keringanan pembayaran biaya kuliah
ITB memberikan keringanan biaya kuliah bagi mahasiswa yang terkendala masalah keuangan.

Sebagai penutup, Nur Budi mengatakan, “Penyampaian yang fleksibel, penerapan praktis, dan modular merupakan ciri khas pendidikan 4.0 yang dicita-citakan oleh SBM ITB. Meskipun pandemi telah berakhir, visi pendidikan 4.0 akan tetap berlanjut.”

Events