Blog

Visi ketua dua himpunan mahasiswa SBM ITB, beri dampak ke sekitar  

September 27, 2024

Himpunan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir, kepribadian, dan potensi dalam bidang ilmu tertentu. Hal ini juga berlaku di SBM ITB, yang memiliki dua asosiasi besar, yaitu Keluarga Mahasiswa Manajemen (KMM) dan Ikatan Mahasiswa Kewirausahaan (IMK) “Artha”.

Pada tahun ajaran 2024/2025, KMM ITB dipimpin oleh Habibie Rauf Harvian, sementara IMK “Artha” ITB diketuai oleh Alldyo Novan Keduanya hadir dengan visi dan misi yang segar untuk membawa perkumpulan mereka ke arah yang lebih baik.

Habibie mengusung tema “Putih Beralih”, yang melambangkan kolaborasi dan transformasi KMM selaras dengan kebutuhan zaman. Sementara itu, Alldyo memilih tema “Proaktif Progresif” yang menekankan pentingnya sikap aktif dan kemajuan terus-menerus dalam mengembangkan IMK.

“Hidup berorganisasi sudah menjadi bagian dari hidup saya sejak SMP. Dengan terus berkontribusi, meski dimulai dari lingkungan kecil, saya percaya teman-teman SBM untuk menjadi ketua asosiasi,” ujar Habibie pada Kamis, 19 September. 

Alldyo menambahkan, “Motivasi pribadi saya adalah untuk memberikan dampak lebih besar bagi sekitar, terutama massa IMK. Saya juga melihat banyak peluang untuk berkembang selama menjabat sebagai ketua.”

Kedua pemimpin ini telah aktif dalam berbagai kegiatan kepanitiaan, seperti Ganesha Business Management Festival (GBF) dan Ospek (OS) SBM, yang menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju kursi kepemimpinan. Setelah melewati proses panjang, mulai dari drafting hingga kampanye, akhirnya mereka terpilih sebagai ketua asosiasi.

Sejak terpilih, beberapa program telah dijalankan, termasuk kegiatan pengabdian masyarakat IMK di Pasar Cihapit bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dan Bank Indonesia, serta internalisasi program. Di sisi lain, KMM telah memulai kolaborasi dengan Paragon Corporation untuk membuka peluang kerja baru bagi anggotanya.

Habibie mendefinisikan kepemimpinan sebagai, “Bukan soal apa yang didapat, tapi soal memberikan apa yang kita punya.” Sementara itu, bagi Alldyo, kepemimpinan adalah “pembuka peluang yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.”

Ke depan, keduanya berharap asosiasi mereka dapat terus berfungsi sesuai tugas dan tujuan, serta berjalan dengan lancar. Seperti yang diungkapkan Habibie, “Semuanya dimulai dengan langkah kecil.”

Dengan semangat inovasi, Habibie dan Alldyo menjadi wujud nyata dari visi SBM ITB dalam mencetak pemimpin inovatif dengan pola pikir kewirausahaan yang dapat memberi dampak positif bagi dunia bisnis, pemerintah, dan masyarakat.

Kontributor: Hansen Marciano, Manajemen 2025

Events