Blog

Fokus pada hasil produk dan kolaborasi, kiat tumbuh bagi pengusaha

12 Maret, 2025

Sebelum ada wawasan, orang harus melalui dan memahami hindsight terlebih dahulu. Maksudnya, sebelum bisa sampai pada pemahaman mendalam (wawasan), maka seseorang harus mengetahui apa yang terjadi sebelumnya (melihat ke belakang).  

Melupakan melihat ke belakang dan langsung mendapatkan wawasan kerap dialami oleh para pebisnis. Seseorang ingin menyelesaikan masalah, dan mereka terkadang melupakan pengalamannya, sehingga langsung ingin menciptakan solusi dari permasalahan. 

Demikian disampaikan Dwi Purnomo, Dosen Universitas Padjajaran sekaligus Pendiri Design Thinking Academy Indonesia, saat pembicara menjadi workshop Artha Sandbox di Bandung pada Rabu (26/2). Dwi berbicara mengenai kiat pebisnis untuk berinovasi dan dapat tumbuh sesuai harapan. Artha Sandbox sendiri merupakan program dari Ikatan Mahasiswa Kewirausahaan (IMK “ARTHA“) SBM ITB.

Menurut Dwi, sebuah produk dapat dikatakan berhasil jika memberikan manfaat bagi manusia. Pada akhirnya yang kami jual adalah solusi, bukan produk sekadar produk. 

Dwi mendorong pebisnis bisa membedakan antara output (keluaran) dan outcome (hasil). Yang terpenting bagi konsumen adalah hasil, bukan keluaran. “Hasil” dari produk lah yang membuat konsumen memakai produk. Sementara output (keluaran) hanya berupa produk. Maka untuk mengembangkan kreativitas, seharusnya pebisnis fokus pada outcome daripada output.

Selain itu, kata Dwi, untuk mempercepat pertumbuhan bisnis, kolaborasi dengan berbagai pihak juga sangat penting. Bisnis yang saling terhubung akan menjadi bisnis yang bertumbuh. 

Dwi memberi contoh dari beberapa brand kolaborasi, seperti Tahilalats x Onepiece. Kedua brand saling bertukar pasar mereka dalam kolaborasi ini. Kemajuan eksponensial hanya bisa tercapai jika diikuti dengan integritas dan tujuan yang baik.

Ditulis oleh Reporter Mahasiswa (Neva Vanessa Young, Kewirausahaan 2026)

Events