Blog

Artha Flagship 2025, ajang pelajar belajar jadi pendiri startup 

21 Mei 2025

Ikatan Mahasiswa Kewirausahaan (IMK Artha) SBM ITB sukses menyelenggarakan Artha Flagship 2025, sebuah acara tahunan yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan wawasan, keterampilan, dan jejaring yang relevan dalam dunia wirausaha, di Bandung pada Sabtu (17/5). Artha Flagship tahun ini mengusung semangat keinginan dan inovasi dalam dunia startup, menghadirkan berbagai rangkaian acara yang menggugah semangat dan pola pikir para wirausaha muda.

“Artha Flagship 2025 tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga tempat bertumbuh bagi mahasiswa dan pegiat startup. Acara ini mencerminkan semangat kolektif untuk terus mendukung kemajuan ekosistem kewirausahaan yang inklusif, inovatif, dan adaptif,” kata Ketua Himpunan IMK “Artha” Alldyo Novan sebagai penyelenggara acara.

Rangkaian acara diawali dengan talkshow inspiratif bertema “Adaptabilitas sebagai Kunci Pertumbuhan Startup Berkelanjutan.” Sesi ini menghadirkan Direktur The Greater Hub dan Founder IDNA Solution Dina Dellyana, Dan Angga Fauzan, CEO & Co-Founder MySkill dan Founder Boyolali Bergerak, yang juga merupakan alumni Desain Komunikasi Visual ITB.

Dalam diskusi tersebut, kedua narasumber menyampaikan pentingnya adaptasi sebagai kemampuan krusial yang menentukan keberlangsungan sebuah startup. Dina Dellyana menekankan bahwa yang mampu menyelamatkan startup dari “lembah kematian” atau lembah kematian sebuah ide bisnis bukanlah sekedar produk atau bisnisnya, melainkan pendirinya sendiri.

"Pendiri yang baik akan menarik tim yang baik (Pendiri yang baik akan menarik tim yang baik). Pendiir butuh kemampuan dinamis (kemampuan dinamis)—mengerti kebutuhan manusia (human need) dan perilaku (perilaku). Adaptabilitas adalah suatu keharusan (adaptasi adalah suatu keharusan), tetapi harus didampingi dengan pengetahuan (pengetahuan)," kata Dina. 

Sementara Angga Fauzan mengatakan adaptabilitas bukan berarti selalu berubah mengikuti arus. Dalam beberapa kasus, pendiri perlu bertekad terhadap nilai inti bisnisnya. 

“Refining our core” menjadi proses penting agar inovasi tetap berpijak pada visi yang kuat. Dalam dunia yang cepat berubah, kemampuan untuk belajar ulang, memahami asumsi lama, dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar menjadi kunci pertumbuhan yang berkelanjutan.

Usai talkshow, acara dilanjutkan dengan workshop bertajuk “Innovative AI for Digital Marketing: Optimizing Strategies and Story Branding” yang dibawakan oleh Nur Islami Javad. Workshop ini membekali peserta dengan pengetahuan praktis tentang pemanfaatan kecerdasan buatan dalam strategi pemasaran digital. Peserta diajak memahami bagaimana AI dapat digunakan untuk menyusun narasi merek yang kuat (story branding), meningkatkan efisiensi pemasaran, serta mengoptimalkan hasil kampanye. Workshop ini menjadi ruang eksplorasi teknologi bagi para pengusaha muda, membantu mereka menemukan cara-cara baru untuk menjangkau audiens dan mengomunikasikan nilai produk secara lebih efektif.

Sebagai puncak dari rangkaian acara, Artha Flagship menghadirkan sesi Investor Speed ​​Dating. Dalam sesi ini, para pemilik startup muda berkesempatan untuk berdialog langsung dengan para investor secara singkat namun intensif. Tujuannya adalah untuk menguji kelayakan ide, memperluas jejaring bisnis, dan bahkan membuka peluang pendanaan.

Melalui rangkaian talkshow, workshop, dan kencan kilat investor, Artha Flagship mengajak peserta untuk menyadari bahwa di balik setiap startup sukses, ada kombinasi antara ketangguhan pribadi, kemampuan beradaptasi, dan keberanian untuk berinovasi.

Kontributor : Putri Dzakiyah Suharyono, Kewirausahaan 2025

Events