Efisiensi organisasi tidak selalu berarti mengurangi jumlah tenaga kerja. Dalam banyak kasus, efisiensi justru bergantung pada kemampuan perusahaan untuk mengelola sumber daya manusia secara strategis guna mendorong pertumbuhan dan inovasi.
Isu ini menjadi fokus dari HCM Talks ke-5, yang diselenggarakan oleh SBM ITB, bekerja sama dengan PT PLN (Persero) pada tanggal 27 Februari 2026. Tema forum tersebut adalah “Menavigasi Masa Depan Sumber Daya Manusia: Penyederhanaan Bisnis dan Organisasi melalui Lean HR dan Analisis SDM.”
Henndy Ginting, Kepala Grup Keahlian Manajemen Sumber Daya Manusia dan Pengetahuan SBM ITB, menyatakan bahwa modal manusia adalah penggerak utama suatu organisasi. Tanpa manajemen SDM yang tepat, strategi dan aset perusahaan tidak akan efektif.
Demikian pula, Aurik Gustomo, Dekan SBM ITB, percaya bahwa efisiensi organisasi harus tetap berorientasi pada pertumbuhan. Ia percaya bahwa modal manusia perlu diarahkan pada konsep organisasi ambidextrous, yaitu, mempertahankan operasional bisnis sambil secara bersamaan mendorong inovasi dan pengembangan teknologi baru.
Dari perspektif industri, Yusuf Didi Setiarto, Direktur Hukum dan Manajemen Sumber Daya Manusia di PT PLN (Persero), menilai bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi sangat penting untuk menjembatani konsep dengan praktik bisnis.
Sementara itu, Wiwik Wahyuni, Direktur Senior Manajemen Bakat & Budaya HC di Danantara Asset Management, menekankan bahwa perampingan bukan sekadar konsolidasi struktural, tetapi bagian dari strategi untuk membangun organisasi yang lebih kompetitif dan berkelanjutan. Wiwik menyoroti tantangan yang dihadapi oleh BUMN, dengan sekitar 52 persen diproyeksikan mencatat kerugian hingga Rp 50 triliun pada tahun 2024, yang disebabkan oleh proses bisnis yang berlapis, pendekatan yang terkotak-kotak, dan fragmentasi bakat. Untuk mengatasi situasi ini, Danantara mendorong konsolidasi dan penyederhanaan struktur organisasi agar BUMN dapat lebih fokus pada strategi jangka panjang.
HCM Talks ke-5 dibagi menjadi tiga panel diskusi: strategi efisiensi organisasi, peran Lean HR dalam transformasi organisasi, dan penggunaan teknologi serta analitik SDM untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Forum ini juga mempresentasikan hasil survei Populix, yang menunjukkan bahwa mayoritas karyawan BUMN mendukung inisiatif perampingan, meskipun sebagian masih memiliki kekhawatiran terkait penyesuaian tenaga kerja dan sistem kinerja. Melalui forum ini, SBM ITB dan PLN berharap kolaborasi antara akademisi dan praktisi dapat mendorong transformasi BUMN menuju organisasi yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan.
