Berita

Seni melamar pekerjaan di tengah persaingan pasar, menurut Pendiri Geekhunter.

10 Maret, 2026

Persaingan kerja di Indonesia semakin ketat. Di sisi lain, banyak perusahaan kesulitan mengisi posisi dengan keahlian khusus karena proses rekrutmen yang panjang dan tidak efisien.

Pendiri dan CEO Geekhunter, Ken Ratri Iswari, menyadari kesenjangan ini dan membangun perusahaan rekrutmen yang menjembatani kesenjangan antara perusahaan dan kandidat. Sejak didirikan pada tahun 2013, Geekhunter telah menyediakan layanan headhunting, pencarian eksekutif, dan rekrutmen berbasis proyek di berbagai industri.

Ken menyampaikan pernyataan ini saat memberikan kuliah tamu tentang Manajemen Sumber Daya Manusia di SBM ITB, Bandung, pada tanggal 5 Maret 2026.

Menurut Ken, pasar tenaga kerja Indonesia menghadapi tekanan struktural yang signifikan. Rasio lowongan pekerjaan terhadap pelamar lulusan baru diperkirakan sekitar 1 banding 945,000. Hal ini menciptakan persaingan ketat di antara para kandidat dengan profil yang seringkali serupa.

“Memang sulit, tetapi persiapan yang tepat dapat membuat perbedaan,” katanya.

Ken menjelaskan bahwa dalam situasi di mana banyak kandidat memiliki latar belakang pendidikan, IPK, dan pengalaman organisasi yang serupa, pelamar harus membuat diri mereka berkesan bagi perekrut. “Kebutuhan untuk diingat sepenuhnya bergantung pada pelamar,” katanya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun narasi pengalaman yang jelas daripada sekadar mencantumkan kualifikasi. CV harus disesuaikan dengan setiap lowongan dan hanya mencantumkan pengalaman yang paling relevan.

Ia juga menyarankan para kandidat untuk menyusun pengalaman kerja mereka menggunakan kerangka kerja seperti STAR (Situasi, Tugas, Tindakan, Hasil) atau CAR (Konteks, Tindakan, Hasil) agar lebih mudah dipresentasikan dalam lamaran dan wawancara.

Selain CV, portofolio dan sertifikasi merupakan bukti penting dari keterampilan seorang kandidat. Perekrut juga semakin sering menilai profil media sosial kandidat sebagai bagian dari proses seleksi.

Selama tahap wawancara, Ken percaya bahwa kandidat perlu menunjukkan dua elemen kunci: kemampuan teknis dan kesesuaian dengan budaya tim. Sementara itu, dalam negosiasi gaji, kandidat harus memiliki pemahaman yang baik tentang kisaran pasar untuk mendapatkan posisi tawar yang lebih kuat.

“Keberuntungan adalah ketika persiapan bertemu dengan peluang,” kata Ken.

Ditulis oleh Reporter Mahasiswa (Nurlisa Putri Azizah, Manajemen 2027)

Kegiatan