Berita

SBM ITB bertujuan untuk menjadi referensi terpercaya bagi masyarakat di bidang “Bisnis Kewirausahaan”.

6 April, 2026

Fakultas Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), bertujuan untuk menjadi universitas rujukan bagi bisnis kewirausahaan. Tujuan ini dicapai dengan meluncurkan peta jalan penelitian lima tahun untuk memajukan Visi Kepemimpinan Pemikiran dalam Bisnis Kewirausahaan.

Langkah ini memperkuat komitmen institusi untuk menyediakan solusi praktis dan berbasis bukti terhadap tantangan ekonomi paling mendesak di Indonesia. Koordinator Kepemimpinan Pemikiran SBM ITB, Dedy Sushandoyo, menyatakan bahwa visi ini bukan sekadar upaya untuk memenuhi standar akreditasi internasional AACSB. Menurutnya, SBM ITB bertujuan untuk menjadi universitas dengan identitas yang kuat dalam bisnis kewirausahaan.

“Kepemimpinan intelektual bukanlah gelar yang diproklamirkan sendiri, melainkan pengakuan yang diperoleh melalui kontribusi yang konsisten dan berdampak,” kata Dedy di Bandung (11 Maret).

Dedy menekankan bahwa poin kuncinya adalah pengakuan pemangku kepentingan atas kontribusi intelektual yang benar-benar berharga, dapat diterapkan, dan transformatif. Inti dari strategi ini adalah penafsiran ulang istilah "Kewirausahaan".

SBM ITB memposisikan istilah tersebut bukan sebagai deskripsi tentang bagaimana sebuah bisnis dimulai, melainkan sebagai karakteristik kunci dari cara bisnis tersebut beroperasi. Bisnis kewirausahaan tidak memilih antara stabilitas dan ketidakpastian; bisnis ini dibangun untuk mengatasi keduanya. Bisnis ini berkinerja baik ketika kondisi dapat diprediksi dan berkembang di tengah ketidakpastian. SBM ITB percaya bahwa pola pikir kewirausahaan sangat penting di setiap tingkatan bisnis, baik membangun perusahaan rintisan dari nol maupun memimpin perusahaan besar yang sudah mapan.

Inisiatif Kepemimpinan Pemikiran didukung oleh peta jalan penelitian lima tahun (2026–2031) yang selaras dengan prioritas penelitian nasional Indonesia. Strategi ini akan diimplementasikan melalui tiga fase implementasi yang ketat: Formalisasi (2026), Produksi Berbasis Bukti (2027–2028), dan Institusionalisasi (2029–2031).

Pada akhir periode peta jalan ini, SBM ITB bertujuan untuk diakui sebagai titik referensi regional yang terpercaya untuk pengetahuan bisnis kewirausahaan. SBM ITB berkomitmen untuk memastikan penelitiannya memberikan dampak nyata di luar ruang kelas dan kalangan akademis, mengatasi tantangan sosial dan industri yang bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.

Ditulis oleh Reporter Mahasiswa (Cindy R. Meilynda, MSM 2024)

Kegiatan