Berita

Stanford, Danantara, dan SBM ITB menjajaki kemungkinan mendirikan Sekolah Investasi di Jakarta.

27 April, 2026

Universitas Stanford, Danantara, dan Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), sedang menjajaki kolaborasi untuk mendirikan Sekolah Investasi. Inisiatif ini berpotensi menjadi tonggak penting dalam mengembangkan talenta investasi nasional hingga mencapai standar global.

Kolaborasi yang direncanakan ini ditandai dengan kunjungan Ashby Monk, Insinyur Riset Senior di Sekolah Teknik, Universitas Stanford, ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di bidang dana kekayaan negara (SWF) dan dana pensiun secara global, kehadiran Dr. Monk membawa perspektif global yang relevan dengan agenda pengembangan ekosistem investasi Indonesia.

Pertemuan strategis ini diprakarsai oleh Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, dan disambut hangat oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. Selama diskusi, Menteri Yuliarto menekankan pentingnya pengembangan pendidikan investasi yang memanfaatkan sinergi multi-pemangku kepentingan antara akademisi, Danantara, dan pemerintah sebagai landasan untuk memperkuat kapasitas nasional.

Mengisi Kekosongan Global dalam Pendidikan Investasi

Dalam presentasinya, Monk menyoroti sebuah paradoks yang menarik: meskipun menguasai pengetahuan investasi merupakan kompetensi mendasar dalam membangun kekayaan lintas generasi, tidak ada sekolah bisnis di dunia yang secara komprehensif mengajarkan investasi sebagai disiplin inti. Bagi Monk dan Pandu Sjahrir, situasi ini menghadirkan peluang strategis bagi Indonesia untuk memimpin dengan mendirikan sekolah investasi di dalam sekolah bisnis terkemuka untuk menghasilkan talenta investasi dengan aplikasi praktis dan standar internasional.

Menteri Brian mendorong realisasi segera inisiatif ini. SBM ITB—yang diwakili oleh Prof. Donald Crestofel Lantu, Ph.D., dan Prof. Deddy Priatmodjo Koesrindartoto, Ph.D.—dipercayakan dengan misi mengembangkan program strategis ini.

Komitmen Konkret dan Langkah Nyata

Pandu Sjahrir menyatakan komitmen Danantara untuk mempromosikan inisiatif ini melalui langkah-langkah konkret, termasuk menyelenggarakan Seri Investasi Danantara dan mengirimkan talenta terbaik, termasuk dosen, untuk belajar di Universitas Stanford. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan investasi sumber daya manusia dengan memanfaatkan talenta lokal, sekaligus menciptakan ekosistem pendidikan investasi yang kuat dan berkelanjutan di negara ini.

Sebagai tindak lanjut, SBM ITB, Universitas Stanford, dan Danantara saat ini sedang membahas pendirian Sekolah Investasi untuk menyediakan pendidikan investasi kelas dunia yang selaras dengan industri. Langkah konkret pertama yang disepakati adalah pembentukan program studi investasi dalam program MBA di kampus ITB Jakarta. Program ini akan menggabungkan tiga kekuatan utama: keunggulan akademis Stanford, pengalaman praktis Danantara dan lembaga investasi terkemuka di Indonesia, serta keahlian ilmiah akademisi SBM ITB. Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman ini, mahasiswa juga akan mendapatkan kesempatan magang di Danantara.

Menuju Kedaulatan Ekonomi Nasional

Profesor Donald Crestofel Lantu, Ph.D., yang diangkat sebagai Kepala Sekolah Inisiatif Investasi, mengakui adanya kesenjangan yang signifikan antara apa yang diajarkan di ruang kelas dan apa yang dibutuhkan di lapangan.

“Melalui Sekolah Investasi, sebuah kolaborasi antara SBM ITB, Stanford, dan Danantara, kami akan mengembangkan kurikulum yang praktis, relevan secara global, dan berlandaskan pengalaman dunia nyata. Tujuan kami adalah untuk memungkinkan Indonesia mengelola aset strategisnya secara mandiri, tanpa bergantung pada tenaga kerja asing. Inisiatif ini bukan sekadar program pendidikan; ini adalah bagian penting dari agenda kedaulatan ekonomi bangsa kita,” ujarnya.

Kolaborasi antara ketiga pihak ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membangun pusat keunggulan pendidikan investasi di Indonesia. Hal ini juga akan memperkuat peran SBM ITB dalam ekosistem pendidikan bisnis global. Inisiatif ini bertujuan untuk mengembangkan generasi profesional investasi yang tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga memiliki visi jangka panjang untuk mengelola kekayaan institusional dan nasional secara berkelanjutan. Upaya ini merupakan kontribusi yang berarti bagi masa depan perekonomian Indonesia.

Ditulis oleh Reporter Mahasiswa (Lavena Laduri, MBA YP 2024)

Events