Berita

SBM ITB bersiap untuk transformasi AI, merombak kurikulum dan sistem pembelajaran.

28 April, 2026

Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), telah mulai mempersiapkan transformasi pendidikan berbasis kecerdasan buatan (AI) setelah berpartisipasi dalam forum global yang diselenggarakan oleh Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) di Amerika Serikat pada April 2026. Langkah ini menandai upaya institusi untuk menanggapi lanskap pendidikan tinggi yang semakin terdigitalisasi.

Transformasi ini tidak hanya menargetkan kurikulum, tetapi juga metode pembelajaran dan sistem penilaian siswa. Dr. rer. pol. Eko Agus Prasetio, ST, MBA, Wakil Dekan Bidang Akademik di SBM ITB, menyatakan bahwa partisipasinya dalam Lokakarya AI AACSB dan Konferensi Internasional serta Pertemuan Tahunan (ICAM) membuka perspektif baru tentang peran AI dalam pendidikan.

Menurut Eko, AI bukan lagi sekadar alat, tetapi telah berkembang menjadi bagian integral dari ekosistem pembelajaran, mulai dari desain kurikulum hingga evaluasi siswa.

Namun, ia mengakui bahwa penggunaan AI di SBM ITB saat ini masih terbatas dan sangat bergantung pada kebijakan masing-masing dosen. Ke depannya, institusi ini berupaya untuk mendorong pendekatan yang lebih terstruktur dan terintegrasi.

“Ke depannya, penggunaan AI akan diatur oleh kesepakatan antara dosen dan mahasiswa di awal perkuliahan, yang menguraikan keterbatasan, tujuan, dan pertimbangan etisnya,” kata Eko di Bandung (21 April).

Sejalan dengan hal ini, sistem penilaian siswa akan mengalami penyesuaian. Metode evaluasi yang sebelumnya sangat bergantung pada esai akan mulai bergeser ke bentuk yang lebih praktis, seperti presentasi dan analisis langsung. Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa AI tidak menggantikan proses berpikir siswa; melainkan bertujuan untuk memperkuat keterampilan berpikir kritis mereka.

Transformasi ini juga didorong oleh tuntutan industri yang semakin membutuhkan kompetensi berbasis AI di berbagai sektor. Menurut Eko, hampir semua bidang pekerjaan sekarang membutuhkan pemahaman tentang teknologi ini, terlepas dari latar belakang akademis.

Sebagai tanggapan, SBM ITB telah mulai memperkuat kolaborasi dengan industri dalam pengembangan kurikulum, termasuk mengembangkan program magang yang lebih terintegrasi dan relevan.

Namun, implementasi transformasi ini bukannya tanpa tantangan. Kepala Divisi Penjaminan Mutu, Akreditasi, dan Peringkat Internasional, Dr. Liane Okdinawati, ST, MT, menyoroti bahwa sumber daya manusia dan kesiapan sistem masih menjadi kendala utama.

“Saat ini, kita masih sangat membatasi penggunaan AI dan belum sepenuhnya mengajarkan cara memanfaatkannya dengan benar,” katanya.

Dia menambahkan bahwa tidak semua dosen memiliki pemahaman yang seragam tentang implementasi AI, sehingga pelatihan dan penyesuaian kurikulum secara bertahap diperlukan.

Lebih lanjut, Liane menyoroti kesenjangan antara praktik domestik dan global. Ia menyebutkan beberapa universitas asing yang telah mengadopsi platform AI seperti Claude secara institusional, sehingga mengintegrasikan penggunaannya dan meningkatkan keamanan data.

“Di luar negeri, langganan AI sudah dilakukan di tingkat institusional. Sementara itu, di sini, banyak yang masih menggunakannya secara individual,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan institusional tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga meminimalkan risiko pengelolaan data yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, tantangan transformasi AI di universitas-universitas Indonesia tidak hanya terletak pada adopsi teknologi tetapi juga pada kesiapan tata kelola dan investasi dalam infrastruktur digital.

Sebagai langkah awal, SBM ITB akan melakukan sosialisasi dan pelatihan bagi para dosen serta mulai mengintegrasikan AI ke dalam beberapa mata kuliah. Melalui transformasi ini, SBM ITB bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang lebih adaptif dan siap menghadapi dinamika industri.

“Siswa harus terus belajar dan responsif terhadap perubahan,” pungkas Eko.

Ditulis oleh Reporter Mahasiswa (Alivia Hadijah, Manajemen 2026)

Events