Blog Sekolah

SBM ITB memberdayakan usaha keripik pisang dan wisata bahari di Gili Asahan

18 Agustus 2026

Fakultas Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Bisnis dan Manajemen (LPPM) Universitas Mataram, memberikan pelatihan dan pendampingan langsung kepada para wirausahawan di Gili Asahan, dengan menyesuaikan pendekatan mereka dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing bisnis (14-16 Agustus). Para wirausahawan ini termasuk perempuan yang menjalankan bisnis keripik pisang dan laki-laki yang menjalankan bisnis snorkeling dan wisata bahari. Melalui diskusi langsung, tim SBM ITB mengeksplorasi tantangan yang dihadapi para wirausahawan dan memberikan masukan praktis untuk membantu bisnis mereka tumbuh lebih terfokus dan berkelanjutan.

Berbagai aspek bisnis dibahas dalam sesi pelatihan, mulai dari branding dan positioning, pengembangan dan pengemasan produk, penentuan fokus produk dengan potensi pengembangan, hingga perhitungan dan pengelolaan anggaran bisnis. Pendampingan ini diharapkan dapat membantu para pengusaha melihat bisnis mereka secara lebih holistik, tidak hanya dari perspektif operasional, tetapi juga dari perspektif strategis untuk pengembangan dan keberlanjutan bisnis.

Sebelumnya SBM ITB dan LPPM Universitas Mataram menandatangani Perjanjian Kerjasama (Perjanjian Kerja Sama(PKS) untuk memperkuat kerja sama antara kedua lembaga, khususnya dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat (14 Agustus). Setelah penandatanganan PKS, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Diskusi Kelompok Fokus (FGD) dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mataram (FEB UNRAM) dengan tema “Memperkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal.” FGD tersebut memberikan ruang bagi dosen dari SBM ITB dan FEB UNRAM untuk bertukar ide dan perspektif tentang membangun dan memperkuat ekonomi masyarakat di Lombok dengan mengoptimalkan potensi lokal.

Dalam diskusi tersebut, para dosen dari kedua institusi bertukar pikiran tentang berbagai peluang dan tantangan dalam pembangunan ekonomi lokal, termasuk bagaimana universitas dapat berperan dalam menyediakan pengetahuan, bimbingan, dan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya membangun ekonomi masyarakat dengan mengembangkan potensi yang ada, sehingga masyarakat dapat menjadi aktor kunci dalam mengembangkan ekonomi regional mereka.

Dekan SBM ITB, Prof. Aurik Gustomo menyatakan bahwa pembangunan ekonomi masyarakat perlu dimulai dengan pemahaman tentang potensi yang ada di suatu wilayah.

“Hal terpenting adalah bagaimana kita mengenali potensi masyarakat dan mengembangkannya dengan pengetahuan, inovasi, dan manajemen yang tepat. Di sinilah universitas memiliki peran, hadir bersama masyarakat, tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga membantu dalam proses pembangunan sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.”

Menurut Prof. Aurik, kolaborasi antar universitas juga sangat penting untuk memastikan bahwa pengetahuan dan perspektif dari setiap institusi saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Gili Asahan diharapkan menjadi fokus pengembangan jangka panjang kegiatan pengabdian masyarakat oleh Kelompok Keahlian Manajemen Sumber Daya Manusia dan Pengetahuan SBM ITB. Pendampingan ini merupakan langkah awal dalam membangun proses pendampingan yang berkelanjutan, untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, mengembangkan potensi ekonomi lokal, dan mendukung masyarakat dalam membangun usaha yang semakin mandiri dan berkelanjutan.

Ditulis oleh Reporter Mahasiswa (Lavena Laduri, MBA YP 2024)

Events