Tim Dampak Sosial
Koordinator Pelaksanaan Program
Koordinator Pemantauan dan Evaluasi
Pernyataan Dampak Sosial
“SBM ITB bertujuan untuk memberdayakan wirausahawan dengan menyediakan akses ke sumber daya dan peluang yang memungkinkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan di komunitas berpotensi tinggi.”
Pernyataan Dampak yang Lebih Spesifik:
“SBM ITB bertujuan untuk memberdayakan para pengusaha usaha mikro di masyarakat daerah Jawa Barat agar dapat bertahan dan mengembangkan usahanya”
“SBM ITB bertujuan untuk memberdayakan wirausahawan di masyarakat Sungai Citarum (DAS) untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis” pada tahun 2045 yang berdampak pada 20 desa (1 tahun – 1 desa)
“SBM ITB bertujuan untuk memberdayakan wirausahawan di masyarakat terbelakang yang memiliki potensi ekonomi untuk mempertahankan dan mengembangkan bisnis” pada tahun 2045 yang berdampak pada 20 masyarakat (1 tahun – 1 masyarakat)
Ukuran Dampak:
- Fokus Komunitas:
Desa Cirata, Purwakarta, Jawa Barat – bermitra dengan SBM ITB & PLN untuk mendukung usaha mikro lokal.
- Tujuan Keberlanjutan:
Memastikan 70 persen kelangsungan hidup usaha mikro yang diinkubasi pada tahun 2028, mencerminkan ketahanan di pasar yang dinamis.
- Tujuan Pertumbuhan:
Mencapai peningkatan 50% dalam Peringkat Usaha Mikro SBM ITB untuk usaha yang bertahan pada tahun 2028, yang menunjukkan kemajuan dalam bisnis (pertumbuhan penjualan), lapangan kerja baru, dan pengembangan/inovasi.
Tonggak sejarah di tahun 2024
Kepemimpinan Pemikiran, Misi, Rencana Strategis, dan Peta Jalan
Untuk mengidentifikasi kepemimpinan pemikiran dan area fokus strategis unik institusi ini, survei pemangku kepentingan yang komprehensif dilakukan dari 19 Januari hingga 3 Februari 2024. Survei ini mengumpulkan wawasan dari beragam responden, termasuk mahasiswa, alumni, orang tua, pemberi kerja/institusi, dosen, kolaborator penelitian, perwakilan industri, pejabat pemerintah, dan anggota masyarakat. Keterlibatan pemangku kepentingan yang luas ini bertujuan untuk memastikan bahwa perspektif dan aspirasi semua mitra utama terintegrasi ke dalam arahan strategis Sekolah.
Untuk memastikan validitas dan relevansi kontekstual temuan survei, Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) diselenggarakan pada 31 Januari 2024, dengan perwakilan dari masing-masing kelompok pemangku kepentingan. Diskusi ini berfungsi sebagai forum untuk menafsirkan dan memperdalam wawasan survei melalui dialog langsung dan analisis kolaboratif.
Secara paralel, diskusi internal dilakukan dengan kelompok-kelompok kepemimpinan akademik utama, termasuk Dekan dan Wakil Dekan, Senat Fakultas, Tim Rencana Strategis, dan Tim Inti AACSB. Konsultasi internal ini memastikan keselarasan antara aspirasi pemangku kepentingan dengan visi jangka panjang Fakultas, kekuatan akademik, dan tujuan akreditasi. Bersama-sama, kegiatan-kegiatan ini membentuk fondasi untuk mendefinisikan domain kepemimpinan pemikiran strategis dan area fokus yang responsif, inklusif, dan berwawasan ke depan.
Tinjauan analitis terhadap data sekunder dari catatan publikasi yang ditulis oleh dosen SBM ITB mengungkap bidang keahlian akademik unggulan Sekolah. Analisis berbasis data ini menyoroti tiga kekuatan tematik utama yang secara konsisten muncul di seluruh luaran penelitian:
- Keberlanjutan – mencakup dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi, yang mencerminkan komitmen SBM ITB dalam mengatasi tantangan keberlanjutan global dan lokal.
- Platform Digital – berfokus pada transformasi digital, inovasi, dan integrasi teknologi dalam praktik bisnis dan manajemen.
- Ekosistem – meneliti dinamika pemangku kepentingan yang saling terhubung dalam berbagai konteks seperti kewirausahaan, jaringan industri, dan sistem penciptaan nilai.

Area fokus ini tidak hanya mencerminkan kontribusi ilmiah fakultas SBM ITB tetapi juga berfungsi sebagai landasan strategis untuk memperkuat kepemimpinan pemikiran Sekolah, agenda penelitian kolaboratif, dan inisiatif dampak sosial.
Kepemimpinan Pemikiran dan Misi Kami
“Untuk mendidik siswa menjadi pemimpin inovatif dengan pola pikir kewirausahaan dan untuk mengembangkan serta menyebarluaskan pengetahuan bisnis dan manajemen demi kemajuan bisnis, pemerintahan, dan masyarakat.”
https://www.aacsb.edu/accredited/i/institut-teknologi-bandung
Kekuatan akademik dan penelitian SBM ITB berlandaskan pada beragamnya keahlian utama yang mencerminkan luas dan dalamnya kemampuan fakultasnya. Ini meliputi:
- Bisnis dan Manajemen, mencakup konteks korporat dan UMKM
- Kewirausahaan, dengan penekanan pada pengenalan peluang, inovasi, dan penciptaan nilai
- Pengambilan Keputusanmengintegrasikan pendekatan perilaku, strategis, dan berbasis data
- Marketing, membahas perilaku konsumen, branding, dan keterlibatan digital
- Keuangan [Islam] dan Ekonomi Islam, memajukan model keuangan yang inklusif dan etis
- Keberlanjutan, di seluruh dimensi lingkungan, sosial, dan tata kelola
- Platform Digital dan Pemikiran Analitis, berfokus pada inovasi digital dan analitik data
- Ekosistem, menyoroti jaringan kolaboratif dan pemikiran tingkat sistem
Bidang-bidang keahlian ini menyatu menjadi satu kesatuan yang berbeda identitas kepemimpinan pemikiran yang sejalan dengan misi SBM ITB. Sekolah ini mengusung konsep “bisnis kewirausahaan” sebagai terminologi pemersatu yang merangkum orientasi akademis dan praktisnya. Konsep ini mengacu pada proses berkelanjutan dalam menemukan ide dan peluang baru, mengelola ketidakpastian dan risiko, memecahkan masalah kompleks, dan pada akhirnya menciptakan nilai berkelanjutan, baik di dunia korporat maupun di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Posisi ini menggarisbawahi peran SBM ITB dalam membentuk pemimpin yang tidak hanya terampil dan adaptif, tetapi juga mampu mendorong transformasi yang bermakna.
Melalui keahlian di “bisnis kewirausahaan” (Thought Leadership), SBM ITB bertujuan untuk menentukan area fokus dampak sosial untuk mendukung pencapaian SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Mengapa memilih SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)?
- Menekankan pentingnya mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua.
- Sesuai dengan relevansinya bahwa SDG 8 berkaitan langsung dengan misi inti SBM ITB, yaitu mendidik mahasiswa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan mampu menjawab tantangan dunia yang kompleks.
Wilayah Dampak: Komunitas Berpotensi Tinggi di Jawa Barat
Waduk Cirata adalah waduk yang terletak di tiga kabupaten di Jawa Barat, yaitu Purwakarta, Cianjur, dan Bandung Barat. Waduk Cirata dikelola oleh anak perusahaan PT PLN, yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB). Selain sebagai pembangkit listrik tenaga air dan tenaga surya, Waduk Cirata juga banyak dikunjungi sebagai tempat wisata.
Setelah beberapa survei, kami mengidentifikasi Sorotan Desa Cirata, Ciroyom:
- Fakultas SBM ITB telah memulai pengabdian kepada masyarakat di sini dengan PLN PJB sebagai mitra industri
- Kepala Desa memiliki jiwa kepemimpinan dan visi bahwa desanya bisa menjadi desa ekowisata di masa depan untuk pertumbuhan ekonomi; dan telah mendirikan BumDes pada bulan Juni 2024
- Potensi ekonomi: pariwisata, kerajinan bambu, dan industri makanan (sekitar 300 usaha mikro)
- Daerah ini memiliki objek wisata seperti sawah, air terjun, dan hutan.
Peta Jalan Dampak Sosial SBM ITB
Peta Jalan Dampak Sosial SBM ITB melalui Kurikulum, Penelitian, dan Keterlibatan
Mitra kami
Kegiatan
Launching “SBM ITB Societal Impact” pada Rabu, 5 Februari 2025, di Amartha Village, Cilandak, Jakarta Selatan
Pada 5 Februari 2025, Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) resmi meluncurkan program “SBM ITB Societal Impact” di Amartha Village, Jakarta Selatan. Inisiatif ini bertujuan untuk memberdayakan wirausahawan dengan menyediakan akses ke sumber daya dan peluang yang memungkinkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan di komunitas berpotensi tinggi, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB ke-8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Kunjungan ke Desa Wisata Saung Ciburial Garut
Kunjungan ke BUMDes Saung Ciburial di Garut pada hari Senin, 12 Mei 2025, menunjukkan sebuah model pengembangan pariwisata pedesaan berbasis masyarakat yang inspiratif. Berawal dari tahun 2008 melalui pendanaan CSR dari Chevron, desa ini secara bertahap berkembang menjadi sebuah inisiatif pariwisata terstruktur di bawah kepemimpinan BUMDes mulai tahun 2016. Menekankan motto “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat,” Saung Ciburial telah mengembangkan penawaran pariwisata utama termasuk paket sekolah live-in, atraksi budaya seperti adu domba Garut, dan produk lokal seperti Teh Kewer dan Kopi Akar Wangi.
Keberhasilan Saung Ciburial terletak pada keterlibatan masyarakat yang kuat di seluruh desa, tata kelola yang transparan, dan kemitraan strategis dengan lembaga akademik serta program CSR. Mekanisme bagi hasil dan investasi ulang dalam infrastruktur bersama telah menumbuhkan rasa kepemilikan di antara warga. Pengalaman mereka menyoroti pentingnya kepemimpinan visioner dari kepala desa dan BUMDes, partisipasi akar rumput, dan pemanfaatan sumber daya lokal yang berkelanjutan—menjadikannya model yang menjanjikan untuk direplikasi di wilayah pedesaan lainnya.
Kemitraan dan Kolaborasi
Di Societal Impact SBM ITB, kami percaya bahwa menciptakan dampak sosial yang bermakna membutuhkan upaya kolektif dan kolaborasi lintas sektor. Kami mengundang lembaga pemerintah, organisasi sektor swasta, organisasi nirlaba, lembaga akademis, dan pemimpin masyarakat untuk bermitra dengan kami dalam merancang dan melaksanakan inisiatif yang mengatasi tantangan sosial, lingkungan, dan ekonomi yang mendesak.
Melalui kemitraan strategis, kami bertujuan untuk:
- Ciptakan solusi yang dapat diskalakan bersama yang memberdayakan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
- Memanfaatkan keahlian dan sumber daya bersama untuk mempercepat inovasi dan dampak.
- Menyediakan platform dunia nyata bagi mahasiswa dan fakultas untuk terlibat dalam pembelajaran dan penelitian transformatif.
- Memperkuat ekosistem pelaku dampak sosial di Indonesia dan sekitarnya.
Apakah Anda tertarik penelitian bersama, proyek komunitas, keterlibatan mahasiswa, dukungan pendanaan, atau advokasi kebijakan, kami menyambut baik kesempatan untuk bekerja sama.
Mari kita membangun masa depan yang lebih baik—bersama-sama.
Silakan hubungi tim Program Dampak Sosial kami di