Vice President Cloud Managed Service di TelkomSigma Sandhy Widyasthana membagikan pengetahuannya tentang pengambilan keputusan berbasis data serta konteks dan isi tesisnya, Selasa (14/6/2022). Sandhy Widyasthana memiliki banyak bidang keahlian, salah satunya di bidang keuangan, seperti manajemen keuangan tingkat lanjut, keuangan internasional, dan tekfin.

Pengalaman pertamanya dalam pengambilan keputusan berbasis data dimulai pada 2015 ketika ia mengajukan tesisnya tentang sensitivitas pelanggan Indonesia. Judul tesisnya adalah Indonesian Customer Sensitivity Model for Mobile Services. Selain pengalaman tersebut, dia juga memiliki pengalaman keuangan lainnya, seperti modal ventura (venture capital).

Ketertarikannya pada modal ventura dimulai ketika ia melihat bahwa orang-orang mulai jarang menggunakan produk Telkom. Konsumen Telkom mulai beralih ke produk digital seperti Whatsapp. Oleh karena itu, hal tersebut mempengaruhi Telkom untuk memikirkan apakah mereka akan membuat produk digital yang dapat bersaing dengan para perusahaan rintisan (startup) tersebut atau menggunakan kemampuan mereka dengan berinvestasi di perusahaan-perusahaan startup. Rencananya adalah membawa kapabilitas startup ke Telkom Group.


Pendirian MDI Ventures berawal dari kesadaran Telkom bahwa startup membutuhkan modal (uang) untuk mendanai bisnisnya. Dana tidak bisa berasal dari bank karena meminjam dari bank akan menjadi kewajiban bagi sebuah startup.

Sandhy mengerti bahwa sebuah startup tidak memiliki aset yang bisa menjadi jaminan. Oleh karena itu, sulit bagi startup untuk meyakinkan bank. Demikian pula, bank juga kesulitan mendanai startup

“Modal ventura ada karena bank menuntut perusahaan startup untuk mendanai bisnis mereka menggunakan pendanaan ekuitas (equity funding). Jadi, munculnya modal ventura dimulai karena sebuah startup membutuhkan pembiayaan, dan modal ventura dapat memiliki kepemilikan,” kata Shandy.

Untuk startup, ini merupakan keuntungan karena, secara finansial, mereka tidak perlu membayar kembali uang yang didanai ke dalam bisnis. Modal ventura juga melihat ini sebagai keuntungan karena meningkatkan pendapatan dan penilaian perusahaan. Bagi perusahaan modal ventura seperti MDI Venture, yang terpenting adalah nilai yang diperoleh dari investasi tersebut. Tugas modal ventura adalah pendampingan, aliansi, dan memfasilitasi jalan keluar. Sekarang, beberapa modal ventura telah menjadi modal ventura perusahaan.

Di akhir sesi, Sandhy mengatakan dia telah berinvestasi di lebih dari 70 perusahaan di 12 negara. Penelitiannya menemukan bahwa model yang dia gunakan, yaitu model berbasis Agent Interaction Model, terbukti berhasil. Model yang dibuatnya adalah program yang berbasis interaksi internal startup. Model lain yang ia gunakan adalah Interaction Model. Model ini mengidentifikasi interaksi antara startup dan pemangku kepentingan pendukung (supporting stakeholder). 

Written by Student Reporter (Aqila Gabrita Kamal, YP MBA 2021)