Perusahaan sering menghadapi berbagai tantangan ketika bermaksud menerapkan teknik optimasi. Tantangan tersebut antara lain kompleksitas masalah, keterbatasan data, dan perubahan lingkungan bisnis yang dinamis
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Prof. Daniel Gartner, seorang pakar terkemuka di bidang penelitian operasi dari School of Mathematics, Cardiff University, Inggris, pentingnya penggunaan model matematika yang tepat, pengumpulan data yang akurat, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Menurut Gartner, di era globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, perusahaan dituntut untuk beroperasi secara efisien dan efektif. Optimasi menjadi kunci untuk mencapai tujuan tersebut, dimana perusahaan berupaya untuk memaksimalkan keuntungan, mengurangi biaya, dan meningkatkan produktivitas.
Gartner menyampaikan pesan tersebut saat mengisi seminar MSM DSM Lounge dengan topik “Masalah Optimasi dalam Bisnis: Tantangan, Model, dan Strategi” yang diselenggarakan oleh SBM ITB (21/2).
Gartner menjelaskan, masalah optimasi hadir dalam berbagai aspek bisnis, mulai dari manajemen pasokan rantai, alokasi sumber daya, hingga penjadwalan produksi. Bahkan masalah penerapan optimasi ada ketika “berlibur bersama keluarga”. Suatu keluarga harus memilih barang-barang yang akan dibawa menggunakan bagasi mobil dengan kapasitas terbatas. Semua anggota keluarga perlu mempertimbangkan volume dan nilai barang tersebut.
Menilai suatu barang (preferensi kapasitas) yang diperoleh melalui pertanyaan: seperti apakah barang tersebut? Penting atau tidak? Apakah memang barang tersebut harus dibawa? Apa kerugian jika tidak dibawa? Dan lain sebagainya. Pertanyaan tersebut dapat dikonversi ke dalam jumlah kuantitas sehingga dapat dijelaskan apakah barang tersebut memang perlu untuk dibawa.
Dalam industri jasa, optimasi dapat digunakan untuk mengatur jadwal penerbangan, mengatur antrian di pusat layanan pelanggan, atau menentukan rute pengiriman barang. Dalam bidang kesehatan, optimasi dapat membantu dalam penjadwalan operasi, alokasi tempat tidur rumah sakit, atau perencanaan pengadaan obat-obatan.
Gartner misalnya juga menjelaskan bagaimana teknik optimasi dapat diterapkan dalam industri jasa dan kesehatan. Saat mengatur daftar tunggu pasien, kebutuhan kapasitas-nya adalah, berapa lama pelayanannya. Dengan hal tersebut, sistem dapat menghentikan kunjungan pasien yang lebih optimal dengan mengurangi waktu daftar tunggu.
Gartner juga memperkenalkan berbagai metode matematika yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah optimasi, seperti pemrograman linear, pemrograman integer, dan algoritma heuristik. Metode-metode ini memungkinkan perusahaan untuk mengambil keputusan yang lebih baik berdasarkan data dan analisis yang akurat.
