Berita

Efisiensi biaya produksi, menemukan keseimbangan dalam pertumbuhan

21 Maret, 2025

Direktur Keuangan PT Suzuki Indomobil Motor, Ernawan Dwi Hanartyo, menyatakan bahwa efisiensi biaya produksi merupakan suatu seni. Hal ini memainkan peran krusial dalam membantu perusahaan menyeimbangkan ekspansi operasional dan manajemen biaya yang efektif.

Menurut Ernawan, efisiensi biaya seringkali terabaikan ketika perusahaan berfokus pada pertumbuhan dan ekspansi bisnis. Hal ini ia sampaikan dalam kuliah tamu yang disampaikan kepada mahasiswa MBA di SBM ITB pada hari Senin (10/3).

Salah satu perusahaan yang berhasil menerapkan efisiensi produksi adalah Tesla. Gigafactory, fasilitas produksi skala besar Tesla, menunjukkan bagaimana skala ekonomi dapat menghasilkan penghematan biaya yang signifikan jika dikelola secara efektif.

Dengan memusatkan produksi baterai dan kendaraan dalam volume tinggi di satu pusat produksi dan distribusi, Tesla telah berhasil mengurangi biaya per unit. Efisiensi ini diilustrasikan oleh segmen kurva biaya total rata-rata jangka panjang yang menurun, yang menunjukkan bahwa peningkatan output dapat menurunkan biaya rata-rata.

Namun, Ernawan menekankan bahwa efisiensi bukan hanya soal ukuran; strategi produksi yang tepat juga sama pentingnya. Kesuksesan Tesla merupakan hasil dari kombinasi volume produksi yang tinggi dengan otomatisasi canggih—bukti bahwa teknologi merupakan pendorong utama efisiensi.

Ia mengingatkan bahwa efisiensi operasional tidak dapat dicapai hanya dengan terus meningkatkan skala produksi. Ada ambang batas ideal, yaitu skala efisiensi minimum, di mana efisiensi biaya dapat dimaksimalkan. Ekspansi melampaui titik ini mungkin tidak memberikan manfaat tambahan dan justru kontraproduktif.

“Hanya karena Anda bisa berkembang bukan berarti Anda harus melakukannya,” kata Ernawan.

Ia juga menekankan pentingnya sumber daya manusia dalam mencapai efisiensi produksi. Motivasi tim dan internal, ujarnya, sama pentingnya dengan otomatisasi dan perangkat teknologi.

Kualitas produk yang tinggi secara konsisten tidak terjadi secara kebetulan—melainkan hasil dari pengendalian biaya, proses produksi yang terperinci, dan kerja sama tim yang kuat yang didorong oleh tujuan bersama. Meskipun teknologi dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan, pada akhirnya, manusia di balik mesin-mesin tersebutlah yang menentukan keberhasilan proses produksi.

Ernawan juga menggarisbawahi perlunya integrasi antara prinsip bisnis dan disiplin ilmu teknik. Ia percaya bahwa sinergi antara kedua bidang ini sangat penting bagi perusahaan untuk mencapai efisiensi ekonomi yang sesungguhnya.

Ia menambahkan bahwa inovasi teknologi hanya akan memberikan dampak maksimal jika dipadukan dengan strategi bisnis yang tepat. Mencapai keseimbangan antara ekspansi dan mengoptimalkan sistem yang ada sangatlah penting. Ia juga memperingatkan bahwa ekspansi dapat menimbulkan tantangan baru yang dapat menghambat efisiensi jika tidak dikelola dengan baik.

Terakhir, Ernawan mengingatkan hadirin bahwa lingkungan bisnis, dinamika industri, dan kondisi pasar terus berkembang. Perusahaan harus tetap adaptif, gesit, dan selalu waspada dalam memantau struktur biaya mereka sebagai respons terhadap perkembangan teknologi.

Ditulis oleh Reporter Mahasiswa (Nurlisa Putri Azizah, TPB SBM 2027)

Kegiatan