Kegiatan analisa data kini memberi manfaat terhadap startup

Dengan menganalisa banyak data, pendiri startup bisa mendapat informasi yang begitu besar. Informasi tersebut akan menjadi value yang akan memiliki dampak besar pada bisnis startup.

Hal tersebut dijelaskan Dr. Aqsath Rasyid Naradhipa, CEO of nolimit Indonesia, dalam webinar yang diadakan oleh lembaga inkubator bisnis SBM ITB, The Greater Hub, dengan tema “Big data analytic for startup.”

Menganalisa banyak data merupakan proses yang sangat kompleks untuk mendapatkan informasi. Saat ini, menganalisa banyak data menjadi sangat penting terutama dalam bisnis untuk menambah nilai dari bisnis yang didirikan. “Big data memiliki 5 karakteristik yaitu, volume, velocity, variety, veracity, dan value. Dengan big data analytic, kita dapat mengolah karakteristik menjadi nilai bagi bisnis kita,” ucap Aqsath pada Jumat (16/4/2021).

Aqsath melanjutkan, big data analytic dapat digunakan untuk melihat apa yang terjadi pada masa lampau dan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Selain itu, big data analytic juga dapat digunakan untuk melihat apa yang terjadi saat ini dan memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. 

Untuk melakukan analytic terhadap data, Aqsath menekankan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui terlebih dahulu bisnis yang akan dianalisis. “Kita pahami dulu bisnis yang akan diolah. Apakah dalam bidang e-commerce, Fnb dll,” ucapnya. Setelah kita mengetahui bisnis yang akan dianalisis, langkah berikutnya adalah pemahaman terhadap data, mempersiapkan data untuk modelling, dan melakukan evaluasi. 

Data analisis untuk Social Media

Salah satu wadah untuk mendapatkan data adalah melalui sosial media. “Sosial media sekarang ini sedang trend. Dulu sekitar 2010, hanya brand yang menggunakan sosial media. Namun sekarang, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan agensi juga sudah menggunakan sosial media,” ujar Aqsath.

Aqsath menuturkan, salah satu proyek yang mereka kerjakan di NoLimit Indonesia yakni mengubah percakapan menjadi sentimen (positif, negatif, netral). Dengan menganalisis data dari sosial media yang memiliki variasi dan ragam percakapan, Aqsath bersama dengan teman-temannya melakukan klasifikasi apakah percakapan yang muncul memiliki sentimen positif, negatif atau netral.

Selain itu, dari sosial media, dapat dilihat kesukaan ataupun permasalahan seseorang terhadap sesuatu pada waktu tertentu. Dengan adanya informasi tersebut, sangat memberi dampak bagi bisnis, seperti pelaku bisnis bisa meluncurkan produk yang disukai oleh konsumen pada waktu yang tepat untuk meluncurkan produk. 

Salah satu studi kasusnya adalah analisis terhadap tweet di twitter. Aqsath memaparkan, dari kegiatan analisa data yang mereka lakukan, dia bersama dengan tim menemukan informasi kegalauan di twitter. “Tweet galau di twitter selama tiga bulan bisa melebihi jumlah penduduk jakarta. Kebanyakan yang merasa galau adalah perempuan, mereka merasa galau disebabkan oleh masalah cinta,” papar Aqsath. 

Melalui Nolimit Indonesia, Aqsath berusaha membantu pelaku bisnis untuk menemukan value dari data. Sehingga pendiri startup bisa untuk membuat rencana dan keputusan yang lebih baik.

Written by Student Reporter (Deo Fernando, Entrepreneurship 2021)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *