Berita

Kuliah tamu industri energi, fosil masih mendominasi

14 April, 2023

Mata kuliah Analisis Lanskap Ekonomi dan Bisnis Magister Profesional Muda MBA ITB 67A kedatangan dosen tamu, pakar energi, Lucky Nurrahmat, Rabu (5/4). Lucky merupakan Chief Operating Officer Edufarmers Internasional.

Lucky adalah alumni Sarjana Teknik ITB. Ia melanjutkan pendidikannya di Harvard Kennedy School, mengambil jurusan Magister Administrasi Publik, Energi, Ekonomi & Kebijakan Keuangan. Ia juga lulus dengan predikat Cum Laude dari Sekolah Bisnis TiasNimbas, Universitas Tilburg, Belanda.

Pada kesempatan ini, Lucky membahas industri energi, dengan judul presentasi "Prospek Sektoral Ekonomi Mikro: Energi". Industri energi mencakup beragam kegiatan yang berkaitan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi berbagai bentuk energi. Di antaranya adalah bahan bakar fosil, tenaga nuklir, energi terbarukan, dan listrik. Sektor ini memainkan peran penting dalam masyarakat modern, menyediakan sumber daya bagi segala hal, mulai dari rumah dan bisnis hingga transportasi dan industri.

Industri energi terus berkembang, dengan teknologi baru dan inovasi yang terus bermunculan. Salah satu tren paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir adalah peralihan ke sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan tenaga air. Kekhawatiran terhadap perubahan iklim dan keinginan untuk mencapai kemandirian dan keamanan energi mendorong pergeseran ini.

Namun, bahan bakar fosil, seperti minyak, gas alam, dan batu bara, secara tradisional mendominasi industri energi. Sumber daya ini terbatas dan tidak dapat diperbarui. Ekstraksi dan penggunaannya dapat menyebabkan dampak lingkungan yang signifikan, seperti polusi udara dan air, emisi gas rumah kaca, dan kerusakan habitat.

Industri energi merupakan salah satu sektor ekonomi global terbesar dan paling menguntungkan. Produksi, distribusi, dan konsumsi energi juga memiliki implikasi ekonomi dan geopolitik yang signifikan. Perusahaan multinasional dan pemerintah bersaing untuk menguasai infrastruktur dan sumber daya utama. Persaingan ini dapat memicu konflik dan ketegangan antarnegara serta kekhawatiran tentang keamanan dan akses energi.

Ada beberapa alasan mengapa bahan bakar fosil tetap menjadi sumber energi dominan. Pertama, bahan bakar fosil melimpah dan relatif mudah diekstraksi dan diangkut, terutama dibandingkan dengan teknologi yang lebih baru, seperti tenaga surya dan angin. Kedua, bahan bakar fosil masih lebih murah dan lebih hemat biaya dibandingkan banyak sumber energi terbarukan, terutama di negara-negara yang subsidi dan kebijakan pemerintahnya tidak mendukung pengembangan energi terbarukan. Ketiga, infrastruktur dan teknologi untuk menggunakan bahan bakar fosil sudah ada dan mapan, sehingga peralihan ke sumber energi yang lebih baru menjadi sulit dan mahal.

Namun, penggunaan bahan bakar fosil yang berkelanjutan memiliki konsekuensi lingkungan yang signifikan. Pembakaran bahan bakar fosil melepaskan karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya ke atmosfer, yang berkontribusi terhadap perubahan iklim dan polusi udara.

Pemerintah, pelaku bisnis, dan individu perlu terus berinvestasi dan beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Hal ini melibatkan kombinasi inovasi teknologi, perubahan kebijakan, dan perubahan perilaku untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memitigasi dampak lingkungannya.

Lucky membahas industri energi, dengan judul presentasi "Prospek Sektoral Mikroekonomi: Energi". Industri energi mencakup berbagai kegiatan yang berkaitan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi berbagai bentuk energi.

Ditulis oleh Reporter Mahasiswa (Defrina Dwifani, MSM 2022)

Kegiatan