gedung sbm all

Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) adalah salah satu lembaga akademik di lingkungan ITB yang berfungsi menjalankan misi Tridarma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sejalan dengan visinya, SBM mencoba mengembangkan diri menjadi unggul dalam riset dan pendidikan di bidang manajemen. Kegiatan riset SBM mencoba untuk mengangkat kasus-kasus praktik bisnis dan manajemen dari perusahaan terkemuka dan berhasil di Indonesia sehingga pengembangan teori menjadi relevan dengan konteks Indonesia.

Kegiatan riset SBM mencoba untuk mengangkat kasus-kasus praktik bisnis dan manajemen dari perusahaan terkemuka dan berhasil di Indonesia sehingga pengembangan teori menjadi relevan dengan konteks Indonesia.

Kedekatan dengan lingkungan bisnis dan ditunjang oleh metodologi riset yang handal, SBM diharapkan mampu menciptakan keunggulan kemampuan riset di tataran internasional. Aspek pendidikan akan diarahkan untuk mendapatkan akreditasi yang bertaraf internasional. Pendidikan di lingkungan SBM dikembangkan untuk siap bersaing dengan sekolah bisnis terkemuka lainnya di kawasan Asia dan Pasifik.
Saat ini SBM ITB memiliki empat program studi: Sarjana Manajemen, Magister Administrasi Bisnis, Magister Sains Manajemen, dan Doktor Sains Manajemen.

Kami juga memiliki unit-unit bisnis seperti Pusat Inovasi, Kewirausahaan, dan Kepemimpinan (CIEL), Konsultasi dan Pembelajaran Berkelanjutan (CCE), serta Indonesia Business Case Center (IBCC).

 

Keunikan program

Program sarjana mempunyai program yang tidak hanya menuntut mahasiswa belajar secara intensif mengenai teori manajemen. Mahasiswa juga mempelajari praktek manajemen seperti menciptakan sebuah perusahaan yang didanai oleh pinjaman dari bank swasta (Integrative Business Experience). Hasil bisnis tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab sosial. Program lain selain praktik bisnis adalah orientasi, kunjungan ke perusahaan, public performance, teamwork, dan community service. Untuk menambah wawasan mahasiswa, kami menghadirkan dosen tamu dan seminar sebagai wadah di mana para profesional dapat berbagi pengalaman.

Studi di Program pasca sarja SBM ITB pun sangatlah menarik karena sistem pembelajaran yang menitikberatkan pada semua aspek manajemen, pengembangan organisasi yang inovatif, kritis dan kemampuan interpersonal dalam dunia bisnis dan kewirausahaan. Mahasiswa pasca sarjana juga mendapatkan program praperkuliahan seperti outbond dan Neuro Linguistic Program. Program yang didapatkan selama perkuliahan seperti debat akademik, group discussion, seminar, guest lecture, business plan competition dan field trips.

 

Penghargaan

SBM menghadapi tantangan untuk menjadi sekolah bisnis yang mampu memberikan kontribusi pada perkembangan usaha di Indonesia dan menciptakan professional/pemimpin bisnis yang tangguh. SBM mendapatkan penilaian tertinggi dalam faktor kualitas dan reputasi sebagai Sekolah Bisnis Terbaik 2009. SBM mempersiapkan mahasiswa untuk turut serta dalam kompetensi yang bersifat internasional. Misalnya, keberhasilan dalam LOreal Estrat Challenge di Paris selama empat tahun berturut-turut adalah salah satu prestasi dari komitmen kami untuk memasuki kompetisi global.

 

Kemitraan

SBM ITB juga menjalin kerjasama dengan Universitas Luar Negeri, seperti Tokyo University of Science (2009) di bidang Double Degree Program and Joint Research, Tokyo Institute of Technology (2008) di bidang Joint Research, Publications and Seminar on Decision Science, University of St. Gallen Swiss (2007) di bidang Students Exchange, University of Groningen Belanda (2007) di bidang Students Exchange, serta Universitas Utara Malaysia (2006) di bidang Student Exchange, Academic and Administrative Staff Exchange, Joint Research and Quality Programs.

 

Dosen tamu mancanegara

Untuk memperkuat dinamika dan pertukaran keilmuan, kami mengundang Visiting Professor dari mancanegara. Hingga saat ini, beberapa dari mereka adalah Mark Harrison, Ph.D (Daniel Webster College, New Hampsire); Prof. C.W. Watson (Kent University, UK); Prof. Richard W. Moore (California University, USA); Prof. Larry Michaelsen (Central Missouri State University, USA); Prof. Rushami Yusoff (Universiti Utara Malaysia); serta Prof. Deguchi dan Prof. Kijima (Tokyo Institute of Technology).